Belajar Kurang dari 2 Bulan, Kak Dini Berhasil Lulus Interview Perusahan Jepang! Ini Profil Kak Dini, Salah Satu Peserta Magang LPK Gunamandiri

Belajar Kurang dari 2 Bulan, Kak Dini Berhasil Lulus Interview Perusahan Jepang! Ini Profil Kak Dini, Salah Satu Peserta Magang LPK Gunamandiri


Profil Kak Dini

Kak Dini

Kenalan dulu yuk! Kak Dini Safitri, biasanya dipanggil Kak Dini. Ia berasal dari Bekasi dan ia merupakan siswa program pelatihan di LPK Gunamandiri yang saat ini sudah bekerja di Jepang! 

Kak Dini memulai perjalanannya melalui Gunamandiri dengan mendaftar pada tanggal 2 Juli 2025. Kemudian sesuai dengan alur yang ada, Kak Dini mengikuti seminar penjelasan program Gunamandiri pada 8 Juli 2025 dan langsung mengikuti tes asesmen pada tanggal 9 Juli 2025. Kak Dini pun dinyatakan lulus untuk mengikuti pelatihan di Gunamandiri dan mulai masuk ke kelas P16 di 26 Agustus 2025.

Hanya berselang satu setengah bulan, Kak Dini langsung lulus interview dan diterima di perusahaan Jepang di bidang Pengolahan Makanan pada 15 Oktober 2025! Ia pun mengikuti kelas persiapan di kelas B207 sambil menunggu pengurusan dokumen. 

Akhirnya, hari keberangkatan pun tiba. Kak Dini berangkat ke Jepang pada 11 Mei 2026 dalam keberangkatan 11 orang untuk bekerja di daerah Tohoku Utara, tepatnya di Prefektur Iwate.

Penasaran gak sih, kok bisa Kak Dini lulus interview secepat itu? Nah, MinGM sempat mengadakan tanya jawab nih dengan Kak Dini saat ia baru-baru saja lulus interview. Di sini, Kak Dini akan berbagi pengalaman saat belajar, mengikuti interview, dan hal-hal lainnya terkait kerja ke Jepang. Yuk simak di sini!


Sharing Pengalaman Interview dengan Perusahaan Jepang

MinGM (GM): Apa sih yang paling berkesan dari pengalaman interview berhadapan langsung dengan orang Jepang?

Kak Dini (D): Yang paling berkesan ya… Ngomong langsung sama orang Jepangnya. Dengerin langsung ternyata pada prakteknya beda sama pas belajar. Terus yang paling berkesan cara nenangin diri sendiri sih, karena kan deg-degan banget ya. Terus pas masuk ruangan ya mau nggak mau kita harus setenang mungkin supaya apa yang ditanyain sama apa yang jawaban kita itu nyambung. Jadi berusaha ngontrol diri untuk supaya tenang. Itu sih pelajaran yang paling berkesan.

GM: Waktu Kak Dini diumumkan sebagai salah satu peserta yang berhasil lulus, bagaimana perasaannya?

D: Perasaannya waktu itu.. Karena kan tadinya dikasih tahunya (pengumumannya) hari itu ya, ternyata dibilangnya hari yang akan datang. Pas nyampe asrama, ternyata dikasih tahu sama temanku, “Dini, kamu yang lolos,” katanya gitu. Aku pas lagi nyuci kaget banget, langsung buka hp untuk lihat. Nggak nyangka sih sebenarnya karena aku juga kan belajarnya baru ya, baru satu bulan setengah, ikut mensetsu (re: wawancara) pertama kali langsung lolos. Tadinya nggak berharap banyak, tapi alhamdulillah rezekinya emang ada di sini. Bersyukur banget, bersyukur banget.

Foto Kak Dini dan Kandidat Lainnya Setelah Interview Bidang Pengolahan Makanan

Foto Kak Dini dan Kandidat Lainnya Setelah Interview Bidang Pengolahan Makanan (sumber: dokumentasi pribadi)


GM: Sebelum ikut interview, ada persiapan khusus yang Kak Dini lakuin gak? Boleh dong sharing ke temen-temen yang bakal ikut interview juga.

D: Persiapannya waktu pas pertama… Kan itu dua minggu sebelum itu belum ada list pertanyaan yang harus disiapin. Jadi aku cari-cari aja. Karena aku udah pernah interview di Indonesia, yaudah cari-cari aja pertanyaannya sama jawabannya, persiapannya. 

Terus latihan jikoshokai (re:perkenalan diri). Harus udah di luar kepala banget jikoshokai-nya. Latihan sama sensei juga tanya-tanya jawabannya, “sensei kalau kayak gini sesuai nggak sih? Nyambung nggak sih?” Jadi itu aja sih, mantapin itu sama berusaha untuk coba pikir cepet ya. Soalnya kan nanti pertanyaannya belum tentu sama yang udah disiapin ternyata iya jadi berusaha pikir cepet aja.

 

angkah Awal Kak Dini Mengejar Mimpi ke Jepang

GM: Kak Dini awalnya tahu mengenai LPK Gunamandiri dari mana sih?

D: Kalau Gunamandiri sendiri, aku tahu dari sepupu aku. Kebetulan ada 2 ya yang dari Gunamandiri, tapi dia dari LPK penyangga. Jadi aku direkomendasiin.

Aku nanya-nanya (ke sepupu). “Kalau mau ke LPK aku dulu, mending langsung ke Gunamandiri aja. Soalnya Gunamandiri kan udah SO (Sending Organization) juga, jadi kamu nggak perlu keluar biaya banyak juga.” Lebih murah gitu, nggak buang biaya banyak langsung SO juga kan jadi kita nggak dipindahtangankan.

※ Lisensi SO (Sending Organization) adalah izin resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kepada lembaga untuk mengurus dokumen, penempatan kerja, serta menyalurkan tenaga kerja magang ke luar negeri.

 

GM: Boleh diceritain sedikit proses Kak Dini masuk ke Gunamandiri gimana?

D: Setelah aku pikir-pikir, aku lihat IG nya GM banyak review-reviewnya juga. Terus aku ikutin aja sesuai yang ada di cara-caranya daftar ke GM. Aku chat adminnya alhamdulillah-nya responnya responsif banget ya, cepat. Terus aku juga nggak merasa kebingungan karena setiap aku tanya selalu direspon dengan baik, jawabannya juga baik. Jadi aku ikutin aja alurnya kalau disuruh ini ini ini, aku ikutin terus. 

Terus juga prosesnya untuk aku sendiri alhamdulillah nggak lama, cuma nunggu waktu masuk asramanya sebulan, itu juga nggak lama karena kita juga persiapan ke asramanya ya. Udah, habis itu langsung masuk ke asrama, langsung sekolah kayak gitu.

Kak Dini saat tanya jawab dengan MinGM

Kak Dini saat tanya jawab dengan MinGM (sumber: dokumentasi pribadi)


GM: Awalnya motivasi Kak Dini pengen kerja ke Jepang itu apa sih?

D: Motivasi aku kerja di Jepang karena emang dari sekolah aku niat kerja di Jepang, tapi rencananya mau cari pengalaman di Indonesia dulu karena kita harus punya pengalaman di Indonesia dulu kan supaya nanti di Jepang nggak kaget. Ketika aku udah cari pengalaman di Indonesia, udah pernah bekerja, aku realisasiin tujuan aku yaitu kerja ke Jepang.

Kerja ke Jepang motivasinya ya untuk memperbaiki ekonomi keluarga, aku pengen ngelanjutin sekolah sih. Waktu pas lulus tuh aku ada kepikiran untuk masuk sastra Inggris kan, tapi aku inget, “oh ya aku kan mau ke Jepang,” jadi kayaknya sastra Jepang deh. Jadi bisa dilanjutin,

berkesinambungan juga kan, dari LPK udah belajar bahasa Jepang terus pendidikannya sastra Jepang pas pulang dari Jepang.

 

Pengalaman di LPK Gunamandiri sebagai Siswa Program Pemula

GM: Sejauh ini, bagaimana kesan Kak Dini belajar di Gunamandiri?

D: Kalau pembelajaran di GM sendiri aku bisa mengikuti dengan baik. Aku juga nyaman dengan rutinitas pembelajarannya sama penyampaian sensei-nya (re: pengajar) juga baik-baik. Sama aku bisa mengerti, nyambung gitu. Dari mulai di asramanya juga ada kendala apa kita bisa langsung ngomong sama sensei, sensei-nya juga langsung bantu jadi kita nggak ada rasa nggak nyaman. Jadi kalau ada yang nggak nyaman langsung diomongin terus langsung dibantu selesaiin semuanya- dari mulai di asrama di gakkou (re: sekolah) juga. Terus kalau di gakkou kita belajar santai, tapi aku pribadi aku bisa gunain waktunya dengan belajar juga, jadi kita dikasih waktu spend time buat kita belajar sendiri juga jadi nggak di-push sama sensei-nya terus.

 

GM: Apa yang Kak Dini suka dan yang terasa menyenangkan dari belajar bahasa Jepang?

D: Paling ya kalau udah masuk bab baru tuh pasti kayak excited ya, “ih ini belajar apa lagi ya? Tujuan kalimatnya buat apa lagi ya?”

Terus kalau aku sendiri sukanya tuh kalau udah diajarin tuh aku ulang lagi di asrama, “oh ya berarti rumusnya ini.” Aku suka itu sih kayak pelajari lagi terus ternyata aku rangkum lagi sendiri kan senseinya udah jelasin terus aku rangkum lagi sendiri supaya aku lebih tangkap aja sesuai yang aku bisa gitu. Kayak, “oh tadi berarti habis belajar ini. Rangkumannya berarti subjeknya ini ditambah ini ditambah ini,” kayak gitu. Aku suka ngulang lagi aja.

Aku lebih suka menghafal, jujur aku suka menghafal kotoba (re:kosakata), sama bunpou (re: tata bahasa / grammar) sih paling. Kayak bikin kalimat seru, apalagi kalau bisa ya, dikasih sama sensei-nya kalimatnya ini terus aku bisa translate-in. Senang sih kalau bisa kayak gitu.

 

GM: Apa kanji (re: aksara Jepang) / kotoba yang paling Kak Dini suka? 

D: Kanji-nya paling kanji hito (人 = orang) ya. Karena kan (artinya) manusia gitu, terus simpel juga. Terus kayak manusia kan beragam gitu, tapi kanji-nya kayak simpel.

Kak Dini menyebutkan kanji

Kotoba yang paling aku suka sih waktu yang bagian apa ya.. Kata sifat sih paling ya. Kalau udah masuk kata sifat itu jadi bisa deskripsiin. Misalkan barang ini bagus ya, kirei (綺麗 = cantik). Atau kalau makanan ‘karai desune’ (辛いですね = pedas ya) kayak gitu sih.

Kalau buatku lebih menarik sih ‘hayaku’ (早く = cepat) ya. Karena kalau di itu (sekolah / asrama) suka, “hayaku, hayaku! Cepat, cepat!” gitu jadi geraknya harus cepat, jadi semangat aja gitu.

 

GM: Cerita sedikit dong, gimana sih kehidupan di asrama?

D: Waktu pertama kali sampai ke asrama, karena aku kebetulan asramanya asrama baru, bersyukur sih karena nyaman juga, asramanya nyaman. Terus temen-temennya juga karena kita baru semua, kita sama-sama berbaur, sama-sama langsung akrab sih sama temen-temennya. Alhamdulillah nyaman. 

Terus sensei-nya juga.. Kita kompak lah pokoknya, kalau misalkan ada yang nggak enak sama temennya, “sensei, aku kayaknya ada nggak enak deh sama si ini..” tapi ngomongnya nggak enak, jadi lewat sensei-nya dibantu, terus diselesaiin bareng-bareng. Pokoknya udah sih, kan karena kalau hidup berasrama bareng-bareng kan kita harus ngomong enak nggak enaknya, jadi harus apa adanya aja supaya demi kenyamanan bersama.

 

GM: Awalnya apakah ada ekspektasi tertentu saat gabung ke Gunamandiri? Dan akhirnya realitanya gimana?

D: Aku ekspektasinya jujur, kalau pertama akan berpikir kayaknya prosesnya lama deh. Tapi ternyata setelah aku ikutin satu-persatu, terus alhamdulillah setelah asesmen lulus, setelah itu selalu dikabarin sama sensei-nya tahapnya kayak gini gini gini gini. Terus aku ikutin.

Ya bagus sih, sensei-nya aktif gitu loh, nggak kitanya dulu yang harus nanya-nanya tapi sensei-nya juga ngasih tahu tahapannya kayak gini gini, jadi aku nggak, “aku harus nunggunya berapa lama ya” nggak berpikir kayak gitu. Jadi udah tahu aku harus nungguin sekian hari, terus apa yang harus aku lakuin, jadi aku tahu. Nggak bingung gitu loh prosesnya.

 

Terpilih Menjadi Siswa Terbaik (Student of The Month) Bulan Februari!

Tidak hanya berhasil lulus interview perusahaan Jepang dengan waktu belajar yang sangat cepat, Kak Dini juga pernah terpilih sebagai siswa terbaik di Student of The Month bulan Februari 2026 loh!

Sebagai informasi, di LPK Gunamandiri setiap bulannya akan ada pengumuman Student of The Month untuk mengapresiasi usaha keras dan prestasi dari siswa di setiap kelas. Di sini, setiap siswa akan memberikan speech atau hitokoto (sepatah dua patah kata) dengan bahasa Jepang.

Foto Kak Dini dan Kandidat Lainnya Setelah Interview Bidang Pengolahan Makanan

Kak Dini memberikan speech atau hitokoto saat pengumuman Students of The Month Bulan Februari (sumber: dokumentasi pribadi)


Pada acara pengumuman Student of The Month bulan Februari ini, Kak Dini memberikan speech sebagai berikut:

「優秀学習者に選ばれて、とても嬉しかったです。日本語の勉強は難しいですが、諦めず最後まで努力していきます。どうもありがとうございました。」

(Saya sangat senang karena terpilih menjadi Student of The Month. Pembelajaran bahasa Jepang memang tidak mudah, namun saya akan terus berusaha dan tidak akan menyerah sampai akhir. Terima kasih banyak.)

 

Rencana di Masa Depan 

GM: Kak Dini apakah ada rencana atau planning jangka panjang setelah kerja di Jepang nanti?

D: Aku sih cita-citanya sih habis dari Jepang maunya jadi translator (re: penerjemah).

Jadi nggak berhenti di Jepang aja soalnya kebanyakan kalau dari luar negeri, ya udah berhenti di situ, ilmunya nggak digunain lagi. Aku maunya sih ilmu bahasa aku bisa diterusin lagi, bisa berguna gitu loh, nggak sampai di situ aja.

 

Kalau aku rencananya kan habis magang tiga tahun ya, nah mau lanjut magang yang ke-2 itu kalau misalkan bisa prosesnya langsung di Jepang, aku nggak papa langsung di Jepang. Kalau untuk tadi rencana sekolah, kalau aku sih rencananya mau disambi aja di Jepang. Jadi nggak nunggu selesai kerja dulu terus baru sekolah. Kalau bisa sih maunya disambi aja kerja sambil kuliah juga ambil bahasa Jepang.

 

GM: Ada gak hal yang ingin Kak Dini adopsi dari budaya atau masyarakat Jepang?

D: Yang paling pengen diadopsi terutama sih kedisiplinan ya. Kebersihannya juga, cara atur waktunya juga, makanannya, kesehatannya. Itu sih yang mau aku terapin ke diri aku sendiri, yang aku mau bawa ke Indonesia terutama ke diri aku sendiri dulu.

 

Pesan dari Kak Dini untuk Gunamandiri!

D: Kalau pesan buat Gunamandiri, sebenarnya udah bagus. Cuman harapannya semoga kedepannya tetap konsisten seperti itu, kalau bisa lebih baik lagi untuk pelayanan ke calon gakusei-nya (re: siswa). Udah sih harapannya itu aja, semoga kedepannya tetap seperti itu.

Semoga aku juga bisa rekomendasiin Gunamandiri ke teman-temanku dan temanku juga merasakan hal yang sama. Semoga semuanya terkoordinir dengan baik dan konsisten tetap bagus kedepannya.

Keberangkatan Kak Dini dan teman-teman satu perusahaannya ke Jepang di tanggal 11 Mei 2026 yang pertama


Keberangkatan Kak Dini dan teman-teman satu perusahaannya ke Jepang di tanggal 11 Mei 2026 yang kedua

Keberangkatan Kak Dini dan teman-teman satu perusahaannya ke Jepang di tanggal 11 Mei 2026 (sumber: dokumentasi pribadi)


Saat ini, Kak Dini sudah bekerja di Jepang bersama dengan siswi-siswi Gunamandiri lainnya yang juga satu perusahaan dengannya. Di antaranya ada juga siswa program pemula Gunamandiri lainnya, yaitu Kak Tri. Mereka berangkat ke Jepang pada tanggal 11 Mei 2026. Minasan bisa lihat juga unjuk kemampuan bahasa Jepang mereka di video ini.

Gunamandiri mengucapkan selamat kepada Kak Dini, Kak Tri, dan minasan lainnya atas keberangkatannya ke Jepang! Tetap semangat untuk mengejar cita-cita dan mimpinya ya! 

Penasaran dengan aktivitas dan update lainnya di Gunamandiri? Yuk cek sosial media kami: Instagram dan Tiktok.