Walau Sempat Gagal Interview Berkali-kali, Kak Tri Tetap Berjuang Hingga Berhasil Lulus dan Berangkat ke Jepang
Di *artikel sebelumnya*, sudah ada Kak Dini yang membagikan cerita dan pengalamannya. Nah, kali ini ada Kak Tri Sukmawati (Kak Tri) yang juga lulus dan berangkat ke Jepang bersama Kak Dini di satu perusahaan nih. Kak Tri merupakan siswa didik Gunamandiri dari kelas B207, berhasil lulus interview bidang Pengolahan Makanan, dan telah berangkat ke Jepang di tanggal 11 Mei 2026.
Perjuangan Kak Tri agar bisa lulus dan berangkat ke Jepang tidak semulus itu. Ia sempat gagal dalam beberapa kali interview perusahaan Jepang. Namun Kak Tri tidak langsung menyerah. Berkat dukungan, doa, dan kepercayaan dari orang tuanya, ia tetap optimis dan melangkah maju. Saat ini, Kak Tri sudah sedang bekerja di Jepang, tepatnya di daerah Tohoku Utara, Prefektur Iwate.
Yuk simak tanya jawab MinGM bersama Kak Tri mengenai motivasi, pengalaman belajar, dan juga pengalamannya interview dengan perusahaan Jepang di artikel ini.
Terus Bangkit dari Kegagalan, Ini Pengalaman Kak Tri Mengikuti Interview dengan Perusahaan Jepang
MinGM (GM): Bagaimana kesan Kak Tri mengikuti interview dengan perusahaan Jepang?
Kak Tri (T): Kesan saya setelah mengikuti beberapa kali mensetsu (re: wawancara / interview) dengan perusahaan Jepang, menurut saya mensetsu dengan perusahaan Jepang itu suatu hal yang baru bagi saya. Karena pertama kali untuk bekerja di Jepang dan penilaian orang Jepang itu sungguh terlalu teliti dan kita harus bisa mengambil hati para pemimpin orang Jepang supaya mereka tertarik kepada kita sebagai calon pelamar di perusahaan mereka.
GM: Kak Tri sudah pernah ikut interview dengan perusahaan Jepang secara offline dan online. Menurut Kak Tri, lebih enak interview secara offline atau online sih?
T: Menurut saya mensetsu secara offline atau online, lebih enakan yang offline karena kita bisa bertatap langsung dengan orang Jepang dan kita juga bisa menilai bagaimana karakteristik dari perusahaan tersebut ketika mewawancarai kita.
GM: Saat interview, perasaan Kak Tri gimana berhadapan dengan perusahaan Jepang?
T: Waktu ikut wawancara dengan perusahaan Jepang, nervous (re: gugup) itu pasti. Itu nggak mungkin nggak, walaupun dibikin santai. Tetapi kalau sudah keluar dari ruangan setelah selesai wawancara rasanya plong, lega, dan cuma bisa berdoa semoga itu yang terbaik yang sudah diusahakan.
GM: Persiapan apa aja yang Kak Tri lakukan sebelum interview?
T: Yang paling wajib disiapkan itu jikoshoukai (re: perkenalan diri), mencari tahu tentang perusahaan yang akan diwawancarai, dan juga mencari tempat-tempat atau makanan yang paling terkenal di daerah penempatan tersebut.
GM: Apa yang dirasakan setelah sempat gagal interview dan apa motivasinya hingga Kak Tri bisa terus berusaha?
T: Setelah beberapa kali mensetsu dan tidak lulus pasti ada rasa sedih, nyesel, kenapa nggak bisa gitu. Tetapi karena orang tua selalu bilang saya pasti bisa, saya yakin saya bisa lulus di mensetsu sebelumnya.

Tangis Haru Kak Tri saat Bercerita Tentang Motivasi dan Dukungan dari Orang Tuanya (sumber: dokumentasi pribadi)
GM: Bagaimana perasaannya ketika nama Kak Tri diumumkan sebagai salah satu kandidat yang lulus interview perusahaan?
T: Waktu pengumuman kelulusan sebelumnya tuh sudah pasrah karena emang kandidat banyak dan pada yang jawabnya bagus bagus, jadi ya berdoa saja. Tapi waktu lihat di grup pengumuman ada nama saya, senang, nangis, kayak nggak percaya bisa lulus di job tersebut.

Foto Kak Tri, Kak Dini, dan Kandidat Lainnya Setelah Interview Bidang Pengolahan Makanan (sumber: dokumentasi pribadi)
Motivasi Kerja ke Jepang dan Awal Masuk ke LPK Gunamandiri
GM: Awalnya apa sih yang memotivasi Kak Tri untuk bekerja ke Jepang?
T: Sebenarnya keinginan pertama sih bukan ke Jepang, (melainkan) ke Korea ikut kakak. Tapi karena melihat yang di Korea itu susah, saya mikir mungkin Jepang rezeki saya. Izin ke orang tua diizinkan, saya masuk ke Gunamandiri.
Kalau tujuan ke luar negeri, terutama gaji yang lebih besar. (Selain itu) juga kehidupannya itu dan juga lebih banyak pengalaman yang didapat, bisa diceritakan ke keturunannya nanti, kalau saya tuh pernah ke sana gitu.
GM: Dari mana Kak Tri mengetahui LPK Gunamandiri dan gimana proses masuk ke GM?
T: Saya kenal Gunamandiri itu dapat rekomendasi dari teman, karena bingung sebenarnya lewat LPK resmi mana yang sudah terdaftar di Kementerian, yang resmi, tidak ilegal. Saya melalui beberapa tes seperti medical check up, cek Zoom dulu sama sensei yang bersangkutan, terus dicek secara bahasa, matematikanya juga gitu. Kalau semuanya lulus, oke aman, baru bisa masuk ke Gunamandiri.
GM: Lalu apa sih yang membuat Kak Tri akhirnya memilih LPK Gunamandiri dibanding LPK lainnya?
T: Memilih GM karena sudah melihat di Instagram banyak siswa yang berangkat dan jobnya itu sangat banyak saya jadi memilih di Gunamandiri.
GM: Awalnya pasti Kak Tri mengikuti tes asesmen sebagai seleksi masuk Gunamandiri. Ketika saat itu dinyatakan lulus seleksi dan bisa masuk program Gunamandiri, perasaannya bagaimana?
T: Waktu diumumin lulus masuk ke Gunamandiri sebenarnya sih nggak percaya ya karena kandidat saingannya itu banyak, terutama banyak yang juga sarjana kan. Jadi kayak minder bisa berhasil apa nggak, tetapi ya karena emang rezekinya di Gunamandiri alhamdulillah keterima di Gunamandiri.
Pengalaman Mengikuti Rangkaian Pembelajaran dan Pelatihan di Gunamandiri
GM: Setelah mengikuti pembelajaran di Gunamandiri selama beberapa waktu, bagaimana kesan Kak Tri selama belajar di GM?
T: Kesan saya pembelajaran di Gunamandiri itu menyenangkan dan itu termasuk suatu pelajaran. Buat saya pribadi itu suatu hal yang baru, karena pelajaran untuk Minna (Minna no Nihongo, buku teks belajar bahasa Jepang) satu bab satu hari itu sungguh menguras tenaga, emosi, pikiran. Hari ini materi, besok weekend, besok materi. Begitu seterusnya sampai saya pulang ke rumah. Tapi karena banyak teman yang saling mendukung jadi semangat untuk terus belajar di Gunamandiri.
GM: Dari berbagai hal yang dipelajari, apa sih pelajaran yang paling Kak Tri sukai?
T: Kalau untuk pelajaran saya lebih suka ke bunpou (re: tata bahasa) karena saya lebih suka untuk materi dan lebih memahami. Tapi kalau untuk shiken (re: ujian), shiken terutama kotoba (re: kosakata) saya itu paling sulit banget karena kalau mengingat itu saya sulit. Tapi kalau untuk mempelajari bunpou saya bisa.
GM: Bagi kak Tri, kanji (re: karakter Jepang) dan kotoba apa yang paling disukai?
T: Kalau untuk kanji, saya lebih suka kanji hujan, ‘ame’ (雨). Karena saat hujan turun rasanya tenang sejuk enak di badan dirasanya. Untuk kotoba yang paling disukai, yang paling bermakna itu ryoushin (両親 : orang tua), karena orang tua yang berarti di dalam kehidupan saya.
GM: Terus kalau pengalaman Kak Tri selama tinggal di asrama gimana?
T: Banyak konyolnya, sensei. Kalau untuk kehidupan di asrama khususnya pribadi menyenangkan. Apalagi banyak senpai (re: senior / kakak kelas), teman sekamar, sekelas itu yang asik dari berbagai daerah kan. Apalagi saya yang dari Jawa, ketemu orang Sumatera yang logatnya keras, Sulawesi yang suaranya gitu. Saya kayak, “ada ya,” gitu. Ternyata saya mainnya yang kurang jauh gitu.
Bukti Keteguhan Kak Tri Belajar: Terpilih Menjadi Siswa Terbaik (Student of The Month) Bulan Desember 2025

Kak Tri saat memberikan speech Student of The Month (sumber: dokumentasi pribadi)
Usaha Kak Tri pun juga terbukti dari saat ia terpilih sebagai siswa terbaik (Student of The Month) di bulan Desember 2025. Ini isi speech oleh Kak Tri pada pengumuman Student of The Month tersebut:
「はじめに、Gunamandiriの先生方に感謝したいと思います。優秀学習者に選ばれて、とても嬉しいです。Gunamandiriでは、日本語だけでなく、日本の生活についてもさまざまなことを学んでいます。クラスメートと一緒に勉強する時間は、とても楽しいです。先生方のおかげで、日本語が話せるようになりました。これからも、日本へ行く日まで、みんなで一緒に頑張りましょう。」
(Pertama-tama, saya ingin berterima kasih kepada para Sensei Gunamandiri. Saya sangat senang bisa terpilih menjadi Student of The Month. Di Gunamandiri, saya tidak hanya belajar bahasa Jepang, namun juga berbagai hal terkait dengan kehidupan di Jepang. Saat-saat belajar dengan teman-teman sekelas juga terasa sangat seru. Berkat para Sensei, saya jadi bisa berbicara bahasa Jepang. Mulai sekarang dan ke depannya pun, sampai hari keberangkatan saya ke Jepang tiba, saya akan terus berjuang bersama teman-teman semua.)
Hal yang Ingin Diadopsi dari Jepang dan Kesan Pesan Tentang Gunamandiri
GM: Hal apa sih yang paling pengen Kak Tri adopsi dari kebudayaan atau masyarakat Jepang?
T: Kalau sudah sampai ke sana saya ingin (mengadopsi) tentang menghargai alam. Karena kan alam di Indonesia banyak yang bagus, tetapi karena banyak masyarakat yang minim kesadarannya, saya ingin mengambil budaya tersebut untuk dibawa pulang ke Indonesia nanti.
GM: Terakhir sebagai penutup, boleh share kesan-pesan Kak Tri terhadap LPK Gunamandiri?
T: Kesan-pesan saya untuk Gunamandiri: satu tempat pendidikan bahasa Jepang yang terbaik, salah satu tempat yang menyediakan jasa, menyediakan job untuk bekerja di Jepang. Dan semoga Gunamandiri selalu maju dan selalu memberangkatkan siswa-siswa yang berkompeten untuk bekerja di Jepang.

Keberangkatan Kak Tri, Kak Dini, dan teman-teman satu perusahaan mereka ke Jepang di tanggal 11 Mei 2026 (sumber: dokumentasi pribadi)

Kak Tri, Kak Dini, dan teman satu perusahaan mereka saat hari keberangkatan ke Jepang (sumber: dokumentasi pribadi)
“Isshoukenmei ganbarimasu!” (Kami akan berusaha sekuat tenaga!)
Keteguhan Kak Tri sangat menginspirasi ya, minasan! Yuk, kita juga harus tetap semangat walaupun banyak rintangan yang menghalangi perjalanan kita mengejar cita-cita. Selamat untuk Kak Tri, Kak Dini, dan minasan lainnya, tetap semangat bekerja di Jepang dan kejar impian kalian ya~ 🎊
Tonton juga cuplikan keseruan keberangkatan mereka di sini, Selain itu, Kak Tri, Kak Dini, dan tiga siswa lainnya pun sempat unjuk kemampuan bahasa Jepang mereka di video ini
Penasaran dengan aktivitas dan update lainnya di Gunamandiri? Yuk cek sosial media kami: Instagram dan Tiktok
