Profil Kak Eka, Salah Satu Alumni Peserta Magang LPK Gunamandiri
Profil Kak Eka

Kak Eka Saat Mendaki Gunung Fuji(sumber: dokumentasi pribadi, @ekasus17)
Kak Eka bernama lengkap Eka Susilawati, berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah dan merupakan lulusan D3 Kebidanan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tahun 2019. Dari tahun Juli 2020 sampai waktu tim LPK Gunamandiri berbincang dengan kak Eka melalui chat di September 2023, bekerja di sebuah panti lansia di daerah Mitaka, Tokyo dan tinggal di Asaka, Prefektur Saitama Jepang. Yuk simak tanya jawab Kak Eka dengan MinGM di bawah ini!
Pengalaman Kak Eka Belajar di LPK Gunamandiri Sebelum ke Jepang
LPK Gunamandiri (GM): Dulu gabung di LPK Gunamandiri tahun berapa, dan berangkat ke Jepang tahun berapa, kak?
Kak Eka (E): Masuk GM bulan September 2019. Dulu wawancara masuk Guna Mandiri di bulan yang sama dan seminggu setelah itu, langsung wawancara sama perusahaan Jepang sampai hari ini (red: September 2023) aku masih bekerja di perusahaan yang sama. Karena sempet corona dan lock-down sekian lama, keberangkatan ke Jepang pas itu ditunda sampai akhirnya bisa berangkat ke Jepang tanggal 25 November 2020.
GM: Hal atau kenangan menyenangkan ketika belajar di LPK Gunamandiri apa, kak? Ada nggak sih?
E: Hampir kebanyakan menyenangkan sampai bingung mau nyebutin yang mana😭 Dari mulai ketemu banyak teman baru yang engga cuma beda kota, tapi juga beda pulau dengan tujuan yang sama. Belajar baca tulis Jejepangan yang ternyata engga sesulit itu kalau kamu engga sendirian ditambah sensei-sensei (guru-guru) yang sesupportif dan sesabar itu buat bantuin sampai bisa.
Belajar banyak kebiasaan baru dari mulai pagi-pagi sebelum belajar ada upacara dan senam pagi, belajar disiplin waktu, dll. Finally, from Guna Mandiri I had a lot of new experiences, then can practising a lot in Japan💕 So blessed, and thank you, Gunamandiri.
GM: Pelajaran yang paling kakak sukai sewaktu belajar di LPK Gunamandiri apa, kak?
E: Bukan ke pelajaran, tapi ada namanya ujian rutin yang dilakukan tiap selesai menyelesaikan satu bab dari banyak bab buku yang namanya Tsunagu Nihonggo. Kaya menyenangkan aja, gatau kenapa suka😭 Dari mulai mendengarkan percakapan Bahasa Jepang, praktek menirukan dengan temen sekelas, mempelajari pola kalimat baru di setiap pergantian babnya, belum pasti ada kanji baru disetiap kalimat percakapannya; dan tiap ujian berasa sampai di "Final Chapter of this part, yey!" gitu🤣
Pengalaman Kak Eka Menjadi Caregiver di Jepang
GM: Kenapa sih kak Eka tertarik menjadi caregiver di Jepang?
E: Wkwk malu aslinya tiap ditanya gini. Karena tidak tahu jawaban pastinya; yang jelas aku suka membantu orang lain. Sama kaya kenapa ambil kebidanan: aku suka membantu wanita-wanita yang berjuang menjadi seorang Ibu dan melahirkan seorang anak. Aku suka kegiatan yang membuat aku merasa dibutuhkan dan membuat rasa kemanusiaanku tumbuh disana.
Disisi lain; butuh uang karena aku terlahir dari keluarga yang tidak bisa disebut berada. Sebasic ingin membantu perekonomian keluarga sebabaku bisa kuliah pun dengan bantuan Beasiswa Bidikmisi dari pemerintah. Aku ingin mengabdikan hidup buat keluargaku semampu yang aku bisa.
Ditambah; aku suka kegiatan yang berhubungan dengan hubungan antar-sesama manusia. Aku juga ingin mencoba merasakan yang namanya hidup di luar negeri dengan vibes berbeda dengan Indonesia itu gimana.
Sampai akhirnya menemukan kesimpulan kerja sebagai "Caregiver" di Jepang ini bisa menyatukan berbagai alasan yang aku punya.
GM: Apa hal yang menyenangkan saat kak Eka kerja sebagai caregiver?
E: Mendengarkan cerita dari kakek-nenek tentang dunia mereka, entah saat mereka masih muda, saat menikah, ataupun saat mereka bekerja dulunya. Menyenangkan.
GM: Benefit apa yang kak Eka dapatkan dengan bekerja di Jepang?
E: Selain faktor cuan, aku suka kesejahteraan dan pemerataan sosial manusianya disini. Tidak terlihat adanya kesenjangan antara si kaya dan si miskin, sarana dan prasarana yang ada bisa dengan mudah aku akses.
Inner-child yang akhirnya bisa tersalurkan dari yang sesimpel aku pengen beli baju semau yang aku pengenin dulu, atau aku bisa ke disneyland; tempat yg sering aku liat di tiap ada artis yang liburan ke luar negeri. Bisa nonton konser band favorit dari SMA seperti Maroon 5.
Sampai ke-"Aku bisa memberi uang bulanan rutin ke orang tuaku yang menurutku secukup itu bagi keluargaku, dan bisa membeli beberapa hal yang itu membuat mereka seneng"
Kak Eka Saat Menonton Konser Maroon 5 (sumber: dokumentasi pribadi, @ekasus17)

Kak Eka Saat Menonton Konser Maroon 5(sumber: dokumentasi pribadi, @ekasus17)
GM: Tantangan saat kerja sebagai caregiver di Jepang itu apa sih?
E: Jelas tentang bahasa, walaupun sudah bisa berbahasa Jepang sedikit-sedikit tetap akan ada kosa-kata yang tidak kita mengerti dan memaksa kita buat mau belajar banyak kosa-kata baru, belum budaya, kebiasaan lainnya.
Ditambah belajar berteman, bekerja sama, berinteraksi dengan orang-orang Jepang dengan banyak karakter. So struggle, tapi menyenangkan aja sejauh ini
GM: Apa aja sih hal yang kak Eka pelajari sebagai caregiver di Jepang??
E: Dari caregiver aku belajar:
Sabar karena masa lansia atau yang biasa disebut masa puber kedua; membuat banyak hal yang memang harus disabarin. Bertanggung jawab sama pekerjaan yang sudah dipercayakan. Aku belajar banyak hal dan ilmu baru dari mulai membantu mereka berpakaian, mereka makan sampai mereka berganti popok yang awalnya menurut banyak orang menjijikan tapi nyatanya menurutku sebelas-dua belas seperti memakaikan pampers pada ibu melahirkan setelah kala III selesai, hehe

Kak Eka Bersama Rekan-Rekan Kerjanya (sumber: dokumentasi pribadi, @ekasus17)
Pesan dari Kak Eka
GM: Kasih sedikit pesan-pesan untuk yang akan berangkat ke Jepang dong kak?
E: Jujur pesan ini tidak hanya untuk orang lain tapi juga untuk aku pribadi. Engga usah berekspektasi tinggi kalau gaji tinggi bakal bikin kamu kaya raya sampai mati dan lain sebagainya. Standar gaji tinggi ya biaya hidup tinggi, tekanan yang adapun tinggi. Kalau mau bilang semua tergantung orangnya, semua tergantung siapa yang ngejalanin dan lain sebagainya; silahkan. Tapi menurutku; "Bekerja di Jepang adalah salah satu cara dan perantara yang ngebantu kamu ngewujudin satu dan banyak hal lainnya yang gabisa kamu wujudin kalau kamu kerja di Indonesia. Itupun salah satu cara dari sekian ribu cara dan bukan satu-satunya🤍"
Jadi bener apa kata orang "Semua hal pas dan cukup pada porsinya". Dan kalau jalan yang kamu pilih ternyata sama denganku, percaya deh kerja di Jepang sebagai caregiver seseru dan semenyenangkan itu kok, beneran.
Jadi semangat ya, kalau aku bisa, kamu juga pasti bisa🫶
Gimana? Mau jadi peserta program LPK Gunamandiri juga nggak, nih?!.Buat kamu yang ingin mendaftar Program Pelatihan Kerja Magang ke Jepang dari LPK Gunamandiri bisa daftar di sini
Yuk, langsung daftar! Ikutin semua prosesnya dan siap-siap berangkat magang ke Jepang. Sayang banget kalau sampai kelewatan kesempatan ini!
